Minggu, 10 November 2013

Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Sosialisasi

Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Sosialisasi
“Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Sosialisasi Pemuda Indonesia”


Pemuda diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang. Pemuda adalah sebuah kehidupan yang berdiri direntang masa kanak-kanak dan masa dewasa dimasa inilah seorang pemuda bersifat labil, kontrol emosi dan kstabilan pendirian masih bisa dipengaruh oleh pihak luar.


Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi. Proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi. Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjukan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.


Seorang pemuda harus bisa beradaptasi dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya. Maksudnya agar tumbuh sikap rasa peduli dan rasa kebersamaan didalam dirinya. Dalam kehidupannya seorang pemuda dituntut dapat bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Proses sosialisasi pemuda didefinisikan proses yang membantu individu melalui belajar dan penyesuaian diri. Proses sosialisasi sebenarnya berawal dari dalam keluarga. Melalui proses sosialisasi, individu (pemuda) akan memahami cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Sesuai dengan pepatah lama semakin banyak dilihat semakin banyak dirasa. Jadi pengalaman adalah hal yang dibutuhkan seorang pemuda bisa bertindak dan mengasah pola pikirnya untuk perubahan yang akan datang.


Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki intelektual yang dapat berpikir demi perubahan dan kemajuan negara ini. Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Seorang pemuda dituntut dapat merubah keadaan kearah yang lebih baik bukannya memperburuk keadaan atau merusak tatanan yang telah ada. Calon-calon pemimpin yang akan datang, tokoh masyarakat atau bahkan menjadi panutan untuk orang lain.


Kilas balik sejarah bangsa kita Indonesia. Bukan fisik atau senjata menjadi tonggak awal kita merdeka tapi karena adanya inisiatif atau kesadaran para pemuda zaman perjuang waktu itu.. Adanya sikap revolusioner dan motivasi diri maka pemuda saat itu bisa membawa negara kita mencapai kemerdekaan. Sebagai contoh, berdirinya Bung Tomo telah menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan rakyat indonesia. Ini artinya bahwa pemuda mampu menggapai apapun dan mampu membuat sebuah perubahan yang luar biasa. Bung tomo adalah organisasi perkumpulan pemuda yang pertama, lalu semangatnya telah memotivasi pemuda-pemuda lain sehingga terbentuklah organisasi pemuda-pemuda yang lain seperti jong java,jong sumatera, maupun jong-jong lainnya.


Dalam sebuah pidatonya, Soekarno pernah mengorbakan semangat juang Pemuda. Sukarno mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. Begitu besar peranan pemuda di mata Sukarno, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia menjadi negara Super Power.


Pemuda adalah sesuatu yang luar biasa, seperti yang telah dibicarakan sebelumnya walaupun emosi yang sangat labil tapi pemuda memiliki kelebihan-kelebihan yang menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri. Tetapi sering kali informasi yang diterima tidak melalui seleksi yang ketat sehingga seorang pemuda mudah terbawa arus dan pengaruh media massa yang ada.


Kondisi yang masih labil membuat pemuda sering hanyut dengan berbagai pergaulan untuk itu berhati-hatilah memilih teman bergaul. Diperlukan pertahanan yang kuat agar tidak terjerumus kedalam kegelapan akibat pergaulan bebas yang sangat membahayakan generasi muda. Banyak contoh-contoh menunjukkan pemuda atau generasi zaman sekarang rusak, mulai dari video porno SMA, Sex bebas SMP.Mau jadi apa generasi seperti ini.Bukannya memperbaiki kondisi bangsa sekarang malah menambah beban yang ada.


Lihatlah dizaman sekarang teknologi yang berkembang telah disalahgunakan seolah-olah globalisasi telah memberi efek buruk pada generasi muda. Individualisme itulah yang terjadi pada pemuda zaman sikap peduli pada lingkungan sekitar menurun drastis. Contoh umum jika ada kerja bakti dilingkungan sekitar banyak pemuda yang bermalas-malasan untuk ikut serta dalam kegiatan ini lebih memilih bermain dirumah atau memainkan android,iphone atau gadget yang lain .


Kesimpulannya adalah bahwa seorang pemuda harus memiliki jiwa dan sikap metal yang bisa membawa ia menciptakan sebuah perubahan kearah yang lebih baik dan memiliki kemampuan sosialisasi ditengah kehidupan masyarakat agar ia mampuberadaptasi dengan kehidupan sosialnya


Semakin banyak ia bergaul dengan orang lain maka semakin banyak pengalaman yang ia peroleh. Ia dikenal banyak orang dan mendapat banyak sekali akses dari orang disekitarnya ditambah dengan etika dan kepribadiannya yang baik, siapapun pasti menyukai sosok pemuda seperti ini.

Jumat, 08 November 2013

Bagaimana Cara Agar Masyarakat Indonesia Lebih Mencintai Budaya Bangsa nya Sendiri

MENJAGA DAN MELESTARIKAN KEBUDAYAAN INDONESIA
“ Bagaimana Cara Agar Masyarakat Indonesia Lebih Mencintai
Budaya Bangsa nya Sendiri “

Kebudayaan Daerah adalah Pribadi Bangsa

Kebudayaan daerah merupakan kumpulan dari berbagai ciri khas daerah yang ada di Indonesia. Penyatuan dari unsur-unsur budaya daerah tercermin menjadi satu kesatuan budaya nasional yang utuh. Jadi dapat dikatakan, budaya nasional adalah cerminan dari budaya daerah-daerah yang beragam. Indonesia sangat kaya dengan aneka macam kebudayaan daerah dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya dan tradisi, tari-tarian, aneka seni rupa, dan lain sebagainya. Semua itu terkombinasi menjadi bagian yang sangat unik dari kebudayaan nasional itu sendiri. Demikian juga batik, budaya batik tidak juga identik dengan unsur jawa. Budaya batik adalah bagian dari kebudayaan daerah di masing-masing daerah. Batik ada di setiap provinsi di Indonesia. Singkat kata, budaya batik adalah bagian dari budaya daerah yang kemudian dapat merepresentasikan kebudayaan nasional bangsa Indonesia. 

Selain batik, ada makanan. Setiap daerah mempunyai jenis makanan khas yang menjadi satu ciri tertentu dari daerah tersebut. Sebut saja, Pempek. Semua tahu kalau makanan yang terbuat dari ikan dan tepung kanji atau tepung sagu itu, berasal dari Palembang. Semua jenis makanan yang ada di seluruh Indonesia menjadikan budaya Indonesia ini sangat berakar dan tak akan mudah dicabut. Kekokohan akar budaya itulah yang membuat ada perasaan begitu dari Palembang. Semua jenis makanan yang ada di seluruh Indonesia menjadikan budaya Indonesia ini sangat berakar dan tak akan mudah dicabut. Kekokohan akar budaya itulah yang membuat ada perasaan begitu geram manakala mengetahui kalau ada satu apalagi dua budaya Indonesia diklaim oleh bangsa lain. 

Kegeraman itu adalah wujud nyata dari rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tak bisa dipungkiri. Walaupun misalnya selama ini hanya tahu bahwa satu budaya berasal dari satu daerah dan mungkin juga tidak terlalu menaruh perhatian. Namun, ketika budaya itu diambil orang, rasa sakit hati itu seakan menyeruak. Sama seperti sebuah tanah yang tak bertuan dan seolah ditinggal pergi begitu saja tanpa diolah atau dimanfaatkan oleh pemiliknya karena mungkin sang pemilik sedang tidak berada di wilayah itu lagi. Kalau tanah yang terlihat tidak terurus itu lalu dicaplok orang lain, maka pemilik sah dari tanah itu pasti akan marah. Dari kemarahan itu terlihatlah rasa memiliki yang begitu dalam. Begitu pun keadaannya dengan budaya nasional yang benar-benar milik bangsa Indonesia lalu dicaplok oleh orang yang selama ini dianggap sebagai kawan serumpun yang baik. Satu bangsa memang bisa dilihat dari budaya yang ada di negara tersebut. 

Kebudayaan Daerah yang terlupakan 

Satu budaya bisa hilang. Hilangnya satu budaya ini apabila budaya tersebut dianggap membahayakan jiwa atau tidak sesuai dengan norma-norma agama. Ada lagi satu budaya hilang karena budaya tersebut dianggap sebagai satu budaya yang membahayakan akidah. 

Budaya-budaya yang menyangkut makanan asli satu daerah dan pakaian daerah tertentu. Untuk makanan tradisional, ada beberapa jenis yang kini telah jarang ditemui atau bahkan sudah tak pernah lagi dijumpai apalagi dijual orang. Keadaan ini terjadi karena rasa makanan tradisional tersebut yang dianggap tak terlalu lezat atau cara pembuatannya yang rumit.

Satu alasan lagi mengapa satu budaya yang menyangkut makanan ini bisa hilang karena sulitnya mendapatkan bahan pembuatan makanan tersebut. Ketiadaan generasi muda yang mampu membuat satu jenis makanan selezat yang dibuat oleh para nenek dahulu, juga menyumbang satu alasan mengapa begitu sulit melestarikan satu makanan tradisional. Hal ini juga dipengaruhi oleh lidah-lidah anak muda yang telah rusak oleh makanan tidak sehat yang disajikan oleh berbagai restoran cepat saji. 

Melestarikan Kebudayaan Daerah  

Indonesia dengan letak geografis sebagai negara kepulauan memiliki aneka ragam adat dan budaya daerah yang tersebar merata di seluruh tanah air. Bentuk geografis kepulauan ini di satu sisi juga perlu diwaspadai oleh para generasi muda akan pelestarian aneka ragam budayanya. 
Bukan hal baru lagi bahwa telah sangat banyak budaya-budaya yang kita miliki perlahan-lahan diakui secara sepihak oleh negara tetangga. Dan kita sebagai rakyat Indonesia yang terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun, ternyata hanya bisa mengelus dada. Lagi-lagi kita tak dapat berkutik. Bahkan ketika pulau kita akhirnya jatuh kenegara tetangga, kita pun tak dapat berbuat banyak. 

Pendapat Saya Mengenai Bagaimana Masyarakat Indonesia lebih mencintai Budaya nya Sendiri  Antara lain :

1. Mengenali dan bangga akan budaya daerah  
Penyakit masyarakat kita terkadang tidak bangga dengan produk dan budaya sendiri. Kita lebih bangga dengan budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang Timur. Anak-anak kita bahkan terkadang tidak lagi mengenal aneka ragam budayanya. 
Budaya daerah banyak yang hilang dikikis zaman oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam dari kita. 
Sebagai contoh; Anak-anak kecil zaman sekarang saat ditanya soal mainan, tentu mereka lebih memilih dunia playstation ketimbang mainan tradisional. 

2. Kebijakan pemerintah  
Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah di tanah air. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional. 
Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah di setiap even-even akbar nasional. Misalnya tari-tarian, lagu daerah, dan sebagainya. 
Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda, bahwa budaya yang Tditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga. 
Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan daerah yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal

Melestarikan budaya daerah berbasis IT, dengan cara :

1. Manfaatkan
Manfaatkanlah perangkat IT yang kamu punya untuk melestarikan budaya daerah di daerahmu, kamu bisa memulainya lewat blog, website, email, forum, jejaring sosial, ataupun yang lainnya. Pokoknya masih banyak deh perangkat IT yang bisa kamu manfaatkan, tergantung kemampuanmu.

2. Intensifkan
Intensifkan gerakan pelestarian budaya daerah yang sedang kamu jalankan, jangan setengah-setengah. Kita jangan berpikir gimana nanti, namun nanti gimana, kalau kamu mempunyai rasa primordialisme (kedaerahan) yang tinggi pasti kamu akan mengintensifkan gerakan gerakan pelestarian budaya daerah yang sedang kamu jalankan.

3. Promosikan
Setelah semuanya dinilai matang, promosikan segencar-gencarnya budaya daerah di daerah kepada orang lain, mulai dari keluarga, kerabat, sahabat, teman, tetangga, bahkan orang luar negeri sekalipun.

4. Edukasikan
Nah ini tahap terakhir kawan, edukasi disini maksudnya ialaha mengimplementasikan (menerapkan) budaya daerah yang kamu lestarikan di dalam kehidupan sehari-harimu, jangan sungkan-sungkan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pelestarian budaya daerah pada saat obrolan hangat bersama siapapun, entah itu teman, sahabat, atau keluarga.

Sabtu, 02 November 2013

Dampak Negatif dan Positif Masalah Penduduk di Indonesia

Dampak Negatif dan Positif Masalah
Penduduk di Indonesia
“Pertumbuhan Penduduk di Kota Tangerang“

Nama : RAMA HENDARDI SOCADEWA
Kelas : 1KA42
NPM : 17113225



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin tahun semakin meningkat ,saat ini Indonesia merupakan negara yg memiliki jumlah penduduk paling padat ke empat di dunia , ada banyak kota yang menjadi tujuan migrasi penduduk diantarnya Jakarta , selain Jakarta , kini kota Tangerang merupakan kota terpadat di Banten. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Provinsi banten Januari 2013, mencapai angka 2.058.335 jiwa. Angka tersebut terbagi atas jenis kelamin laki-laki sebanyak 1.054.620 jiwa dan jenis kelamin perempuan sebanyak 1.003.715 jiwa.Hal tersebut terjadi Karena Kota Tangerang menyandang berbagai fungsi diantaranya fungsi sebagai pusat ekonomi Provinsi Banten, pusat pendidikan, pusat perdagangan dan industri. Sehingga tidak heran jika Kota Tangerang tidak pernah sepi dikunjungi oleh para pendatang.




1.2 Rumusan Masalah
Dalam karya tulis ini penulis akan membahas tentang
1.Bagaiman masalah pertambahan penduduk dikota Tangerang
2.Faktor faktor penyebab meningkatnya jumlah pendudk dikota Tangerang
3.Apa saja dampak positif dan negative dari peningkatan jumlah penduduk tersebut




1.3 Tujuan penelitian
1.Untuk memenuhi tugas ilmu sosial dasar
2.Untuk memperoleh informasi mengenai masalah peningkatan jumlah penduduk dan dampaknya dikota Tangerang.




1.4 Metode penelitian
Dengan mencari data data dan referensi dari internet mengenai masalah yang dibahas dalam karya tulis ini.






BAB 2
PEMBAHASAN



2.1 Gambaran Umum Kondisi Kota Tangerang




2.1.1 Kondisi Geografis Kota Tangerang




Kota Tangerang yang terbentuk pada tanggal 28 Februari 1993 berdasarkan Undang-undang No.2 Tahun 1993 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Secara geografis Kota Tangerang terletak pada 106’36 – 106’42 Bujur Timur (BT) dan 6’6 – 6 Lintang Selatan (LS), dengan luas wilayah 183,78 Km2 (termasuk luas Bandara Soekarno-Hatta sebesar 19,69 Km2).




Kota Tangerang memiliki letak strategis karena berada di antara DKI Jakarta, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Posisi strategis tersebut menjadikan perkembangan Kota Tangerang berjalan pesat. Pada satu sisi, Kota Tangerang menjadi daerah limpahan dari berbagai kegiatan dari DKI Jakarta, di sisi lain menjadi daerah kolektor pengembangan wilayah Kabupaten Tangerang yang merupakan daerah dengan sumber daya alam yang produktif.




Pesatnya perkembangan Kota Tangerang didukung pula dari tersedianya system jaringan transportasi terpadu dengan wilayah Jabodetabek, serta aksesibilitas dan konektivitas berskala nasional dan internasional yang baik, yang tercermin dari keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Internasional Tanjung Priok, serta Pelabuhan Bojonegara sebagai gerbang maupun outlet nasional. Kedudukan geostrategis Kota Tangerang tersebut telah mendorong bertumbuhkembangnya aktivitas industri, perdagangan dan jasa yang merupakan
basis perekonomian Kota Tangerang.




2.1.2 Kependudukan




Kepadatan penduduk Kota Tangerang cenderung mengalami peningkatan selama periode tahun 2000 hingga 2007. Pada tahun 2007, total jumlah penduduk mencapai 1.575.140 jiwa, dengan komp0sisi 790.404 jiwa (50,18%) penduduk laki-laki dan 784.736 jiwa (49,82%) perempuan. Selama kurun waktu 2000-2007, rata-rata laju pertumbuhan penduduk mencapai 2,62% per tahun. Capaian rata-rata laju pertumbuhan penduduk mencapai 2,62% per tahun.
Capaian rata-rata laju pertumbuhan penduduk tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan capaian Provinsi Banten 2,20%, DKI Jakarta 1,20%, maupun Nasional 1,30% pada periode yang sama. Pertambahan jumlah penduduk ini disebabkan beberapa hal seperti natalitas (kelahiran) dan migrasi (perpindahan) dari luar wilayah Kota Tangerang ke dalam wilayah Kota Tangerang.




Tantangan yang dihadapi Kota Tangerang terkait masalah kependudukan adalah pengendalian pertumbuhan penduduk dan database. Salah satu upaya pengendalian pertumbuhan penduduk, terutama diarahkan pada pengendalian jumlah mighrasi masuk melalui penataan sisteam administrasi kependudukan dan penguatan pengawasan kependudukan. Sementara untuk menekan angka pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh angka kelahiran, dilakukan peningkatan penyelenggaraan program Keuarga Berencana (KB).
Permasalahan dan tantangan database kependudukan terletak pada belum akurat dan sempurnanya data kependudukan. Hal tersebut dipengaruhi oleh belum adanya sistem pengarsipan data kependudukan, sehingga seringkali terdapat perbedaan data kondisi penduduk.




Salah satu indikator yang menjadi titik krusial dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam suatu daerah adalah jumlah keluarga dan penduduk miskin. Pada wilayah Kota Tangerang jumlah penduduk miskin cenderung meningkat pada periode 2003-2005, dengan jumlah masyarakat miskin terbanyak pada tahun 2005 yang mencapai 137.366 jiwa. Angka ini kemudian mengalami penurunan pada tahun 2006 menjadi 112.577 jiwa, namun pada tahun 2007 meningkat lagi menjadi 134.436 jiwa. Peningkatan jumlah masyarakat miskin tersebut diperkirakan akibat meingkatnya laju inflasi yang berdampak pada kondisi kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang.




2.2 Faktor faktor penyebab meningkatnya jumlah penduduk dikota Tangerang
· Kota Tangerang merupakan pusat ekonomi Provinsi Banten, pusat pendidikan, pusat perdagangan dan industri. Sehingga tidak heran jika Kota Tangerang tidak pernah sepi dikunjungi oleh para pendatang.
· Sebagai pusat perdagangan ,pembangunan dan industry
· Sebagai pusat pendidikan
· Meningkatnya kelahiran penduduk dikota Tangerang




2.3 Dampak positive dan negative yang terjadi
A.Dampak Positif
· Terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja
· Meluasnya kesempatan membuka usaha-usaha baru.
· Meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk desa yang berurbanisasi ke kota.
· Jumlah tenaga kerja meningkat
· Terjadinya percampuran budaya antara penduduk pribumi dan pendatang yang pada akhirnya dapat membentuk budaya baru




B.Dampak Negatif
· semakin sempitnya lahan pertanian yang dialih fungsikan untuk pemukiman dan industri.
· Kurangnya ketersediaan air bersih akibat dari pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan.
· kepadatan lalu lintas meningkat
· banyak bermunculan pemukiman kumuh dan pedagang kaki lima
· tingkat kriminalitas meningkat karena banyak nya pengangguran
· meningkatnya pencemaran polusi udara





BAB 3
PENUTUP



Kesimpulan
Laju pertumbuhan penduduk yang terlampau tinggi cenderung memberi dampak negatif bagi kota Tangerang. Hal ini mengakibatkan semakin tingginya angka kemiskinan, pengangguran dan kriminalitas menghantui kehidupan masyarakat kota Tangerang. Sehingga tingkat kesejahteraan penduduk asli kota Tangerang mengalami penurunan.
Hal tersebut memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak khususnya pemerintah. Pemerintah diharapkan dapat lebih fokus menangani masalah kepadatan paenduduk yang tak terkendali agar kehidupan masyarakat menjadi lebih aman, nyaman dan sejahtera. Semua itu dapat dilakukan dengan cara menjalankan kebijakan yang sudah dibuat dengan sebaik-baiknya. Karena pada dasarnya, semua kebijakan yang sudah dirancang oleh pemerintah memiliki fungsi dan tujuan yang sangat baik, hanya saja realisasi dari itu semua masih belum maksimal.



Saran
Perlu adanya perhatian yang cukup besar dari semua kalangan masyarakat dan pemerintah mengenai masalah kependudukan dikota Bandung sehingga peningkatan jumlah penduduk tersebut bisa seimbang dengan kualitas sumber daya manusia nya .





DAFTAR PUSTAKA



http://www.trustkota.com/jumlah-penduduk-kota-tangerang-2-058-335-jiwa
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tangerang
http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/136329-T%2028154-Studi%20persepsi-Analisis.pdf
http://www.tangerangkota.go.id/mobile/detailprofilkota/1/13
http://litbang.tangerangkota.go.id/detail_artikel/statistika_dan_kedokteran

Rabu, 02 Oktober 2013

Norma - Norma

Norma adalah aturan-aturan yang berisi petunjuk tingkah laku yang harus atau tidak boleh dilakukan manusia dan bersifat mengikat. Hal ini berarti bahwa manusia wajib menaati norma yang ada.
Norma adalah kaidah atau ketentuan yang mengatur kehidupan dan hubungan antar manusia dalam arti luas.
Norma merupakan petunjuk hidup bagi manusia dan pedoman perilaku seseorang yang berlaku di masyarakat. Norma-norma yang berlaku di masyarakat dapat diklasifikasikan menjadi 5 jenis, yaitu norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, norma kebiasaan, dan hukum.
NORMA AGAMA
Norma agama bersifat abadi dan universal. Norma agama adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran atau kaidah suatu agama. Norma ini bersifat mutlak dan mengharuskan ketaatan bagi para pemeluk dan penganutnya. Yang taat akan diberikan keselamatan di akhirat, sedangkan yang melanggar akan mendapat hukuman di akhirat. Agama bagi masyarakat Indonesia mampu membentuk religius yang hidup penuh kesenangan jasmani dan rohani. Di Indonesia, agama terbagi atas 5 bagian yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.
Penyimpangan : Ajaran Sesat
Solusi : Mempertebal iman dengan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan
NORMA KESUSILAAN
Norma kesusilaan memberikan peraturan-peraturan kepada manusia agar menjadi manusia  yang sempurna. Norma kesusilaan didasarkan pada hati nurani atau akhlak manusia. Norma kesusilaan bersifat universal. Artinya, setiap orang di dunia ini memilikinya, hanya bentuk dan perwujudannya saja yang berbeda. Misalnya, perilaku yang menyangkut nilai kemanusiaan seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan pengkhianatan, pada umumnya ditolak oleh setiap masyarakat di mana pun.
Penyimpangan : Pembunuhan, Pemerkosaan
Solusi : Pemberian Hukuman yang tegas dan adil, untuk menekan angka kriminal
NORMA KESOPANAN
Norma kesopanan merupakan norma yang bersumber pada budaya masyarakatNorma kesopanan adalah norma yang berpangkal dari aturan tingkah laku yang berlaku di masyarakat seperti cara berpakaian, cara bersikap dalam pergaulan, dan berbicara. Norma ini bersifat relatif. Maksudnya, penerapannya berbeda di berbagai tempat, lingkungan, dan waktu. Misalnya, menentukan kategori pantas dalam berbusana antara tempat yang satu dengan yang lain terkadang berbeda. Demikian pula antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
Penyimpangan : Busana yang digunakan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia
Solusi : Saling mengingatkan satu sama lain
NORMA KEBIASAAN
Norma kebiasaan merupakan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Orang yang tidak melakukan norma ini biasanya dianggap aneh oleh lingkungan sekitarnya.
Penyimpangan : Membuang sampah sembarangan
Solusi : Diberikan sanksi atau denda bagi yang masih melanggar
NORMA HUKUM
Norma hukum bersifat memaksa dan mengikat. Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat (negara). Sanksi norma hukum bersifat mengikat dan memaksa. Sanksi ini dilaksanakan oleh suatu lembaga yang memiliki kedaulatan, yaitu negara.
Ciri norma hukum antara lain adalah diakui oleh masyarakat sebagai ketentuan yang sah dan terdapat penegak hukum sebagai pihak yang berwenang memberikan sanksi. Tujuan norma hukum adalah untuk menciptakan suasana aman dan tentram dalam masyarakat.
Penyimpangan : Korupsi
Solusi : Diberikan hukuman yang berat tanpa memandang jabatan ataupun kekayaan


Pelanggaran terhadap Nilai dan Norma Sosial
Berdasarkan tingkat penyimpangan yang dilakukan, pelaku pelanggaran dapat diberi sebutan sebagai berikut.
a. Pembandel, jika ia tidak tunduk kepada nasihat orang-orang di lingkungan agar mau mengubah sikapnya sesuai kaidah.
b. Pembangkang, jika ia tidak mau tunduk kepada peringatan orang- orang yang berwenang di lingkungannya.
c. Pelanggar, jika ia melanggar norma-norma sosial yang berlaku.
d. Penjahat, jika ia mengabaikan norma sosial sehingga menimbulkan kerugian harta dan jiwa di lingkungannya.

Coppied from : Agung Basuda (Gunadarma)